Abstrak Di Jiwa

Senja baru saja menghilang, awan biru kembali kelam. Bukan hujan tapi begitulah fase yang harus dilaluinya. Bunyi jangkrik kian menggelitik menambah khas irama daerah pinggiran. Terasa tenang, tapi sepi dan tenang tak begitu jauh berbeda. Deru angin malam membuat badan semakin manja untuk cepat berlabuh dalam keheningan. Ah tapi kalau selalu begini, malam - malam akan selalu menjadi malam yang pendek. Sedikit mengubah kemonotonan dikala malam, ku ambil sebuah laptop dan mulai ku tuliskan sedikit demi sedikit alunan - alunan yang ada di jiwa.

Hidup bukanlah soal mimpi, hidup bukan soal kemana kita harus melangkah. Tapi menurutku hidup begitu simpel. Kita hanya perlu meniti proses - proses yang kita lalui dengan senyuman, sedikit coretan kegalauan, dan kemudian kita tersenyum lagi menertawakan apa yang kita galaukan. 

Mimpi ? Ya mimpi memang perlu, tapi daripada kita sibuk memikirkan berjuta mimpi yang tak ada habisnya lebih baik kita jalani apa yang ada di depan mata, melakukannya dengan cara terbaik. Dan cara itulah nanti yang akan membawa kita ke tempat terbaik, melebihi mimpi terbaik kita.

Aku hanyalah seorang pemikir hal kecil tapi bukan orang kecil. Aku juga bukan orang besar penuh dengan kata - kata pembesar. Aku hanya seorang pengagum hal kecil, unik, dan tak biasa. Sedikit aneh karena orang sepertiku mungkin jarang kalian temukan. Pikiranku penuh tanda tanya, tapi bingung kemana aku bertanya. Pikiranku bukan tentang logika tapi imajinasi yang menggelora. Kadang kubandingkan secuil imajinasi ini dengan logika yang ada, otak ini bertanya - tanya, "mungkinkah?"

Perlu waktu untuk dapat menjawabnya bahkan kebanyakan aku sendiri bingung. Apakah diri ini aneh ?
Ya memang aneh untuk orang yang tak biasa dengan pikiran - pikiran nyeleneh macam itu. Ini hanya sedikit potongan pikiran kecil yang pernah terbayang, jika diteruskan kalian akan bingung dan menilai aku tak lebih dari seorang gila yang memposting pikiran ngawurnya pada sebuah blog. Tapi hanya orang gila yang yakin kalau ada orang gila yang bisa bermain blogger :)

Hmm, inilah kehidupanku. Bebas dalam ekspresi. Tanpa batas. Tunggu dulu, bukan tanpa batas. Aku hanya mencoba melewati batasan - batasan itu. Kita tidak akan berkembang jika terus berdiri dibelakang batas. 

Lewati batasan yang ada pada dirimu, maka kamu akan menemukan sebuah rasa bangga yang tak ternilai harganya. Kita hanya perlu berkompetisi dengan diri kita, melawan apa yang berat untuk kita lakukan. Tak usah mencari lawan untuk dengan siapa kamu berkompetisi, cukup dengan dirimu. Rasakan, nikmati, ternyata dirimu sendiri adalah lawan terberatmu.

Cukup satu poin tadi, lewati batasan - batasan yang pernah kau tanam dan lakukan yang terbaik !

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2012 Ujung Pena Sang Penikmat KehidupanTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.