Malam ini
kuputar lagi memori ingatanku. Membukanya satu persatu, menariknya lembaran
demi lembaran untuk mengungkapkan semuanya disini. Mungkin saat semua telah ku
ungkapkan bukan lega yang didapat tapi malah kekacauan karena telah
mengabadikannya melalui sebuah tulisan yang susah dicerna oleh orang-orang yang
sok jenius.
Setiap orang punya
pilihan, setiap orang memiliki cara pandang. Menyamaratakan justru membuat kita
tampak bodoh. Seperti setengah gelas air, ada yang menyebutnya setengah kosong,
ada yang menyebutnya setengah penuh, tapi ada juga yang menyebutnya penuh
dengan kedua zat yang ada didalamnya. Hal kecil yang sudah memberi kita
pelajaran untuk hal-hal yang besar.
Tidak ada yang
salah dengan mereka, apa yang dilontarkan melalui mulutnya adalah hal yang
benar. Yang salah hanyalah mereka yang tidak siap menerima perbedaan pola pikir.
Kadang aku hanya diam ketika melihat adu mulut yang sebetulnya begitu
membosankan. Ketika aku diam aku mulai tertawa didalam. Adalah sebuah keanehan
melihat mereka yang tidak sadar dengan hal-hal kecil macam itu. Mereka punya
pendidikan, mereka punya pengetahuan, mereka punya ingatan yang kuat, mereka
punya kelebihan yang banyak tidak aku miliki. Tapi ketika mereka memiliki
semuanya ada satu hal yang mereka lewatkan, mereka lupa akan hal kecil yang
justru akan membawa pemahaman yang besar.
Aku adalah
penikmat hal-hal kecil, pemikir hal-hal aneh dan tidak masuk akal. Kadang tidak
begitu diperhitungkan ketika mengungkapkan. Sebenarnya sedikit jengkel, bukan
karena tidak diperhitungkan tapi karena mereka susah untuk memahami. Mungkin inilah
susahnya menjadi aneh. Keanehan ini
yang justru mengajariku membuat cara pandang seperti ranting yang bercabang. Saat
itulah aku mencoba satu persatu menjadi orang lain. Membuat cara pandang dan
kesimpulan sendiri tentang kemungkinan yang dipikirkan orang. Ternyata itu
lebih susah dari yang aku bayangkan. Aku mulai membiasakan hingga akhirnya
berhasil menjadi seorang pembuat kesimpulan dari berbagai jenis manusia. Dan saat
itulah aku sadar kalau perbedaan cara pandang adalah hal biasa. Aku mulai menemukan
keunikan dan berbagai kelebihannya. Aku bisa memahami apa yang dirasakan mereka
disana, aku bisa menjadi penebak alur
cerita mereka, yang sebetulnya ini adalah hal aneh dan konyol bagi mereka yang
punya pengetahuan bagus tapi pemikiran kecil.
Posted by
Unknown





