Mungkin hanya sedikit orang yang mengerti dengan jalan pikiran ini, atau mungkin tidak sama sekali. Aku tau apa yang aku inginkan, begitulah orang dalam lajur pikirannya masing-masing. Diam, berhenti, dan mulai berpikir. Kadang juga tak menyadari kalau aku sedang berpikir.
Kadang aku mencoba masuk dalam batas perasaannya untuk tau dan mencoba peka dengan perasaan halusnya. Tapi kemudian aku gagal untuk menyentuh dengan kata-kata halusku setelah mereka yang disamping tanpa tau arah dan memaksa masuk jauh kedalam perasaannya. Dan orang-orang macam itu yang mungkin bertolak belakang dengan karakter ini.
Aku sadar aku punya jiwa yang keras. Tapi aku juga sadar kerasnya jiwa bisa dijinakkan dengan sedikit meredam kata-kataku. Aku bukan pendiam, aku hanya mencoba diam. Diam adalah solusi terbaikku, begitulah sampai sekarang yang memenuhi kepalaku.

0 komentar:
Posting Komentar